PELATIHAN PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN BERBASIS KELUARGA DALAM MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA KEMUTUG KIDUL, KEC. BATURRADEN, KAB. BANYUMAS

  • Haris 1
  • Haris 2
  • Haris 3
  • Haris 4
  • Haris 5
  • Haris 6
  • Haris 7
  • Haris 8

Pandemi Covid 19 berpengaruh terhadap berbagai sektor. Tidak hanya terkait dengan kesehatan, pandemi Covid-19 juga berpengaruh terhadap sektor lainnya, termasuk sektor sosial ekonomi. Hal ini disebabkan karena adanya kebijakan-kebijakan untuk membatasi penyebaran Covid-19. Masyarakat dari berbagai lapisan mengalami penurunan pendapatan bahkan hingga kehilangan pekerjaan.

Salah satu masyarakat yang turut terdampak sosial ekonominya adalah warga Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. yang lokasinya sangat dekat dengan Kampus VII Poltekkes Kemenkes Semarang. Desa Kemutug Kidul memiliki 25 RT dan 3 RW. Terdapat 3.201 penduduk yang terbagi menjadi 1.014 kepala keluarga yang mayoritas pekerjaannya adalah petani, pengrajin bambu, dan buruh.  Ketiga sektor mata pencaharian tersebut turut mendapatkan imbas lesunya perekonomian akibat pandemi Covid-19.

Di tengah lesunya perekonomian akibat Pandemi Covid-19, diperlukan manuver-manuver untuk menyiasati ancaman ketahanan pangan. Masyarakat akan kesulitan apabila hanya menggantungkan bantuan dari pemerintah. Upaya peningkatan ketahanan pangan harus dilakukan mulai dari rumah tangga, salah satunya dengan cara produksi bahan pangan skala kecil.

 Budidaya ikan dalam ember (Budikamber) merupakan salah satu alternatif yang dapat ditempuh untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Budikamber adalah rancangan sistem budidaya ikan hemat air pada lahan terbatas. Sistem budikdamber yang juga menjadi media tanam kangkung aquaponik di rancang mempunyai kelebihan yaitu tidak membutuhkan listrik seperti yang biasa digunakan pada sistem resirkulasi aquaponik yang ada di masyarakat.

Budikamber adalah sebenarnya dirancang untuk pemukiman padat (perkotaan) yang lahan dan pasokan airnya terbatas, sedangkan Desa Kemutug Kidul merupakan wilayah pedesaan yang berlimpah air. Akan tetapi, pemukiman di Desa Kemutug relatif padat dan tidak semua kepala keluarga memiliki lahan untuk budidaya ikan sehingga Budikamber ini dinilai masih relevan untuk diterapkan.

Berdasarkan latar belakang tersebut, Prodi D-III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Purwokerto melaksanakan kegiatan pengabmas dalam bentuk “Pelatihan Peningkatan Ketahanan Pangan Berbasis Keluarga dalam Masa Pandemi Covid-19 di Desa Kemutug Kidul, Kec. Baturraden, Kab. Banyumas” yang telah dilaksanakan pada Rabu 8 Juli 2020. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim yang diketuai oleh Akhmad Haris Sulistiyadi, S.ST, M.Kes dengan anggota tim: Widi Hidayati, S.KM, M.Kes, Refsy Fridayanto, Nabila Syafiqia, dan Sadewa Bagas Amarillys. Peserta kegiatan adalah anggota PKK Desa Kemutug Kidul dan perwakilan Karangtaruna sejumlah 32 orang. Terselenggaranya kegiatan ini tidak lepas dari dukungan perangkat Desa Kemutug Kidul, Penggerak PKK Desa Kemutug Kidul, serta Pengelola Prodi D-III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Purwokerto. Guna memastikan kualitas pelatihan, tim pengabmas mendatangkan narasumber dari Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, yaitu Ir. Kusuma Widayaka, MS yang juga merupakan praktisi Budikamber.

Kegiatan pelatihan diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh Kepala Desa Kemutug Kidul (Kadi Daryanto), Ketua PKK Kemutug Kidul (Wiwi Sugi Astuti, S.Pd,SD)  , Ka. Sub Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Prodi D-III TRR Purwokerto (Panji Wibowo Nurcahyo, S.ST, M.Kes), anggota tim, narasumber, dan seluruh peserta pelatihan. Kegiatan  dilanjutkan dengan ceramah dan praktek. Kegiatan ditutup oleh Ketua Prodi D-III TRR Purwokerto yang diwakili oleh Sekretaris Prodi (asri Indah Aryani, S.KM, M.Kes).

Pada pelatihan ini, tim membagikan lima belas set perlengkapan Budikamber beserta benih lele dan kangkung. Selanjutnya peserta akan mempraktekan Budikamber di rumah masing-masing dengan didampingi oleh tim dan narasumber.

Antusiasme peserta sangat besar dalam mengikuti pelatihan ini. Hal ini dapat dilihat dari tingkat kehadiran yang mencapai 100%. Kegiatan ini dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan new-normal. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan memanfaatkan grup Whats App sehingga konsultasi dan pemantauan dapat dilakukan setiap saat apabila dibutuhkan.

admin

Situs resmi Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Poltekkes Kemenkes Semarang

Mungkin Anda juga menyukai