Pelatihan Packaging, Labelling, dan Digital Marketing Produk Permen Jelly Bunga Telang untuk Meningkatkan Kemampuan Manajemen Pemasaran Bagi Mahasiswa Kampus 1 Poltekkes Kemenkes Semarang

Bunga telang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dari warna ungunya yang cantik yaitu antosianin berhasil bertransformasi menjadi permen jelly telang dengan nama produk “Jelita Candy”. Permasalahan muncul bagaimana cara mengemas (packaging dan labelling) permen jelly terebut agar dapat memiliki daya tarik sehingga memiliki nilai jual yang kompetitif di masyarakat. Harapannya produk tersebut dapat menjadi salah satu produk yang menembus pasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Beranjak dari permasalahan tersebut, tim dosen Program Studi Radiologi Semarang Program Diploma Tiga, Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi, Poltekkes Kemenkes Semarang, yang diketuai oleh Agustina Dwi Prastanti, S.ST, M.Si, bersama anggota tim yakni Bagus Abimanyu, S.Si, M.Pd, Dr. Asri Indah Aryani, S.KM, M.Kes, serta mahasiswa diantaranya Irfan Arifianto, Vitya Amira, Nathania Zakia, Nasywa Imtiyaz, Elsa Tri Hidayanti dan Naila Salma Febriani pada hari Jum’at, 14 Agustus 2026 melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang kewirausahaan. Dalam kegiatan tersebut hadir tiga narasumber inspiratif memberikan edukasi praktis bagi pelaku usaha mikro kecil dan mahasiswa terkait packaging, labelling, pengembangan usaha halal, strategi branding, serta pengalaman membangun bisnis sejak bangku kuliah. Mahasiswa sebagai target utama pengabmas ini diharapkan memiliki kemampuan wirausaha sebagai bekal mandiri dalam menjalani dunia kerja disamping profesi utamanya sebagai tenaga kesehatan.

Materi pertama dipaparkan setelah peserta mengerjakan pretest. Pemaparan materi sekaligus diikuti dengan praktik packaging produk “Jelita Candy” dibawakan oleh Ibu Bambwi Rumiyati, S.S (Mia Omabling), fasilitator UMKM sekaligus owner IKM Bambwi Jaya Demak yang membawakan materi “Packaging, Digital Marketing, Branding, and Labeling”. Beliau menegaskan bahwa branding bukan sekadar tambahan, melainkan investasi penting untuk memenangkan hati konsumen dan membangun loyalitas jangka panjang.

Agustina Dwi Prastanti juga menguatkan kembali bahwa jelita candyberbahan dasar bunga telang (Clitoria ternatea) dikenal memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan dengan kandungan antioksidan dapat membantu menjaga kesehatan mata, menguatkan sistem imun tubuh dari zat antosianinnya dapat digunakan sebagai pewarna alami yaitu warna biru keunguan yang menarik. Sehingga pengemasan Jelita Candy sangatlah penting agar mampu menjangkau segmen pasar dari anak-anak hingga dewasa. Dalam sesi ini, peserta diajak langsung mencoba teknik packaging dan labelling produk agar tampil lebih menarik dan memiliki nilai jual tinggi. Pengemasan produk Jelita Candy juga mendapatkan beberapa masukan agar dapat menembus pasar, diantaranya yaitu kemasan harus menyesuaikan segmen pasar. Segmen UMKM akan berbeda dengan segmen supermarket. Untuk packaging yang saat ini paling mudah untuk segmen UMKM terlebih dahulu karena lebih sederhana dalam desainnya.

Pemaparan materi kedua oleh Ibu Alvina Noviantin, S.Pd, fasilitator halal dari BPJPH Kemenag RI, yang menyampaikan materi “Membangun Ekosistem Halal bagi UMKM”. Beliau menekankan urgensi sertifikasi halal sebagai jaminan kepastian hukum, perlindungan konsumen, serta peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar global. Pentingnya label halal pada produk Jelita Candy akan dapat meningkatkan daya tembus pasar yang lebih luas.

Hadir pula seorang alumni yang aktif di bidang kewirausahaan, Lutfiana Hanifah, founder Brewtopia.id, yang berbagi kisah “Start Before You’re Ready”. Ia menceritakan perjalanan membangun bisnis minuman dari ide kecil hingga menjadi produk nyata, dengan pesan bahwa keberanian mengambil langkah pertama lebih penting daripada menunggu kesiapan sempurna. Lutfiana Hanifah memberikan testimoni bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena banyak sekali insight yang didapatkan termasuk labelling produk dengan sertifikasi Halal Indonesia.

Kegiatan pengabmas berlangsung sangat interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta sangat antusias menyimak materi serta aktif bertanya mengenai proses sertifikasi halal, strategi pemasaran, hingga tips memulai usaha dengan modal terbatas. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta semakin memahami pentingnya packaging, labelling dan digital marketing melalui produk permen jelly bunga telang agar produk dapat memiliki nilai ekonomi dan diterima luas dimasyarakat. Acara ditutup dengan pengerjaan posttest dan pemberian stimulus jiwa wirausaha mahasiswa dan alumni untuk dapat melanjutkan potensi ekonomi dari suatu produk Jelita Candy berupa berbagai bentuk cetakan permen jelly yang lucu dan menarik serta sealer untuk mendukung proses packaging.

admin

Situs resmi Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Poltekkes Kemenkes Semarang

You may also like...