Tim Dosen Prodi Teknologi Radiologi Pencitraan, Poltekkes Kemenkes Semarang Wujudkan Masyarakat Tanggap Darurat Latih Kader FKK Sampangan Tangani Kegawatdaruratan Ibu dan Anak

SEMARANG — Kegawatdaruratan atau situasi gawat darurat tidak hanya terjadi di jalan raya atau rumah sakit, namun justru kerap bermula dari lingkup terkecil: keluarga. Ancaman seperti anak tersedak, pendarahan, sesak napas mendadak, hingga reaksi alergi parah dapat terjadi kapan saja. Beranjak dari kepedulian tersebut, tim dosen Prodi Teknologi Radiologi Pencitraan (TRP) Program Sarjana Terapan, Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi, Poltekkes Kemenkes Semarang turun langsung ke Kelurahan Sampangan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan pertolongan pertama pada Senin (27/7/2026).

Melalui skema Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM), kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) ini mengusung tajuk “Peningkatan Kualitas Hidup Ibu dan Anak melalui Edukasi Kegawatdaruratan”. Tim pengabdi yang diketuai oleh Dwi Rochmayanti, S.ST, M.Eng, bersama anggota tim yakni Halinda Fatmayanti, S.Tr., M.Tr., Muhammad Erfansyah, S.Si., M.Tr.ID, dan Agung Nugroho Setiawan, S.ST, M.Tr.ID, memberikan edukasi komprehensif sekaligus simulasi penanganan kondisi darurat.

Dwi Rochmayanti menuturkan, minimnya pengetahuan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat di rumah seringkali berujung pada kesalahan penanganan yang fatal. “Kedaruratan adalah situasi yang mengancam nyawa dan membutuhkan tindakan segera dalam hitungan detik atau menit. Melalui pelatihan ini, kami ingin mengubah kepanikan menjadi ketanggapan. Harapannya, masyarakat tahu persis langkah apa yang harus dilakukan sebelum tenaga medis tiba,” ungkap Dwi merujuk pada urgensi program tersebut.

Kegiatan ini tidak hanya berisi paparan teori, melainkan pendekatan participatory action research di mana para peserta diajak melakukan praktik langsung. Sasaran utama kegiatan ini adalah Kelompok Ibu dan Anak serta para kader Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Sampangan. Mereka dilatih untuk mengelola tata laksana kegawatdaruratan dasar yang sering terjadi di ranah domestik. Sebagai rangkaian kegiatan, juga diadakan cek kesehatan gratis berupa pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, asam urat dan kolesterol bagi kader FKK dan pegawai Kelurahan Sampangan. Kegiatan ini juga sebagai upaya preventif penyakit tidak menular, yang saat ini digalakkan oleh Kementerian Kesehatan.

Sinergi dan Kesinambungan Program

Langkah proaktif dari Poltekkes Kemenkes Semarang ini mendapat apresiasi penuh dari pemerintah wilayah setempat. Kepala Kelurahan Sampangan, Victor Wahyu Widianto, SH., MH., menyampaikan testimoninya terkait kehadiran program yang dinilai sangat tepat sasaran ini. “Kami menyambut baik kegiatan pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Semarang yang bertema peningkatan upaya kesehatan ibu dan anak dalam pelatihan kegawatdaruratan pada anak bagi kader FKK Kelurahan Sampangan,” ujar Victor.  Lebih lanjut, ia menekankan peran strategis institusi pendidikan dalam mentransformasi pengetahuan warga. “Poltekkes berperan penting sebagai mitra yang menghadirkan kompetensi dan pendampingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan kader dalam merespons kasus kegawatdaruratan pada anak,” tambahnya.

Bagi Victor dan tim Poltekkes Semarang, kesuksesan program ini tidak diukur dari selesainya acara pada hari itu saja, melainkan pada keberlanjutannya (sustainability). Program ini dirancang dengan efek domino: dosen melatih kader, kader kemudian menjadi agen perubahan yang mengedukasi warga lainnya di tingkat RT maupun RW. “Kami berharap kebermanfaatan pelatihan ini terus berlanjut melalui penerapan hasil pelatihan oleh kader FKK. Penguatan edukasi kepada warga serta dukungan koordinasi yang lebih baik di tingkat kelurahan akan membuat pelayanan awal bagi anak semakin cepat dan tepat,” pungkas Kepala Kelurahan Sampangan dengan penuh optimisme.

Melalui sinergi antara akademisi dan pemerintah kelurahan ini, Kelurahan Sampangan kini tengah membangun fondasi ketahanan kesehatan wilayahnya. Program abdimas ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi kesehatan yang membumi adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang tidak hanya sehat, tetapi juga tanggap, berdaya, dan siap saling menyelamatkan nyawa.

admin

Situs resmi Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Poltekkes Kemenkes Semarang

You may also like...