{"id":5182,"date":"2020-08-27T09:33:03","date_gmt":"2020-08-27T02:33:03","guid":{"rendered":"http:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/?p=5182"},"modified":"2020-08-27T17:52:29","modified_gmt":"2020-08-27T10:52:29","slug":"pelatihan-pemanfaatan-limbah-rumah-tangga-minyak-jelantah-menjadi-sabun-cuci-piring","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/pelatihan-pemanfaatan-limbah-rumah-tangga-minyak-jelantah-menjadi-sabun-cuci-piring\/","title":{"rendered":"PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA MINYAK JELANTAH MENJADI SABUN CUCI PIRING"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA MINYAK JELANTAH MENJADI SABUN CUCI PIRING DALAM RANGKA MENINGKATKAN TARAF KESEHATAN DAN ALTERNATIF <em>INCOME<\/em> BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK COVID-19<\/strong><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0Oleh: Agustina Dwi Prastanti,\u00a0Rini Indrati, dan M.Irwan Katili.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Minyak jelantah <\/strong>adalah minyak yang telah mengalami proses penggorengan berkali-kali dimana kandungan asam lemak jenuhnya semakin tinggi sehingga dapat dikatakan minyak telah rusak. \u00a0Minyak jelantah yang dikonsumsi dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan (Hidayat, 2005). Adapun bahaya <strong>minyak jelantah bagi kesehatan yaitu: <\/strong>Dapat memicu berbagai penyakit penyebab kematian seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker. Dikarenakan selama penggorengan, minyak akan mengalami pemanasan pada suhu tinggi 170\u00b0 \u2013 180\u00b0 C dalam waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan terjadinya proses oksidasi, hidrolisis dan polimerisasi yang menghasilkan senyawa \u2013 senyawa hasil degradasi minyak seperti keton, aldehid dan polimer yang merugikan kesehatan manusia. Proses tersebut menyebabkan minyak mengalami kerusakan jika dikonsumsi dapat memicu pertumbuhan kanker hati akibat dari kerusakan utama minyak yaitu dari timbulnya bau dan rasa tengik. Adanya senyawa karsinogenik pada minyak jelantah dibuktikan dari bahan pangan berlemak yang teroksidasi, risiko kolestrol darah semakin tinggi dan vitamin A, D, E, dan K yang larut didalamnya ikut rusak serta terbentuknya senyawa acrolein yang bersifat racun dan menimbulkan rasa gatal pada tenggorokan (Kapitan, 2013).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan diantaranya dapat m<\/strong>erusak ekosistem air dengan terbentuknya lapisan minyak yang dapat menurunkan konsentrasi oksigen terlarut didalam air, menjadikan pencahayaan matahari kurang maksimal sehingga organisme di dalam air kekurangan cahaya dan mati, menyumbat saluran air karena pada suhu rendah limbah minyak jelantah membeku, meningkatkan resiko penyakit karena lapisan lemak sangat disukai bakteri dan menjadi tempat berkembang biak, lapisan lemak yang berkumpul bercampur dengan beberapa bahan kimia organik yang lama kelamaan bisa menjadi zat beracun atau toksik, jika dimakan ikan dan sifatnya karsinogenik, mungkin pada ikan tidak terjadi kanker, tapi bisa terjadi mutasi. Jika ikan dimakan manusia, zat karsinogenik akan termakan juga oleh manusia, bisa jadi buah simalakama buat manusia. Dan manusia sendiri yang terkena dampaknya (Kusnadi, 2018).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Minyak jelantah memiliki sisi ekonomis apabila mengetahui cara mengolahnya. Diantaranya dapat menjadi aneka produk sabun, salah satunya sabun cuci piring karena potensi limbah minyak goreng adalah\u00a0 kandungan\u00a0 asam\u00a0 lemak\u00a0 dari\u00a0 minyak\u00a0 nabati\u00a0 yang\u00a0 tinggi.\u00a0 Oleh\u00a0 karena\u00a0 itu,\u00a0 limbah\u00a0 minyak\u00a0 jelantah\u00a0 dapat\u00a0 dimanfaatkan\u00a0 menjadi\u00a0 sabun cuci piring yang ramah lingkungan. Namun\u00a0 sejauh\u00a0 ini,\u00a0 masyarakat\u00a0 belum\u00a0 mengetahui\u00a0 potensi\u00a0 ekonomis \u00a0limbah\u00a0 minyak goreng tersebut.\u00a0 Selain\u00a0 itu,\u00a0 masyarakat\u00a0 juga\u00a0 belum mengetahui metode tepat guna pengolahan\u00a0 limbah\u00a0 minyak\u00a0 goreng\u00a0 sebagai\u00a0 bahan\u00a0 baku\u00a0 sabun\u00a0 cuci\u00a0 piring\u00a0 serta\u00a0 belum\u00a0 memiliki\u00a0 pengetahuan\u00a0\u00a0 tentang\u00a0\u00a0 pengendalian\u00a0\u00a0 pencemaran\u00a0 air\u00a0 dan\u00a0 tanah.\u00a0 Oleh\u00a0 karena\u00a0 itu,\u00a0 untuk\u00a0 mengatasi\u00a0 masalah\u00a0 volume\u00a0 limbah minyak jelantah yang\u00a0 tinggi,\u00a0 dilakukan\u00a0 kegiatan\u00a0 pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan\u00a0 nilai\u00a0 tambah\u00a0 bagi\u00a0 limbah\u00a0 minyak jelantah dengan\u00a0 cara mengolah\u00a0 limbah\u00a0 minyak jelantah menjadi sabun cuci piring. Pelatihan ketrampilan mengenai pengolahan limbah minyak jelantah\u00a0 menjadi sabun cuci piring ramah\u00a0 lingkungan\u00a0 sangat\u00a0 bermanfaat\u00a0 bagi\u00a0 masyarakat\u00a0 Indonesia,\u00a0 khususnya\u00a0 masyarakat di kelurahan Sambiroto, kecamatan Tembalang, kota Semarang.\u00a0 Terlebih\u00a0 bagi\u00a0 masyarakat\u00a0 yang terdampak COVID-19 dari sisi ekonomi di\u00a0 kelurahan Sambiroto yaitu banyaknya warga yang terkena pemutusan hubungan kerja. Maka dengan mengolah jelantah menjadi sabun cuci piring dapat menjadi alternatif <em>income<\/em> dan menstimulasi jiwa wirausaha. Karena hasil inovasi limbah minyak goreng yang diolah menjadi sabun cuci piring dapat dimanfaatkan untuk penghematan pengeluaran dari segi bahan pencuci.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prodi D-III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Semarang pada hari Rabu, 26 Agustus 2020 telah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan pendampingan pelatihan dalam mengolah minyak jelantah menjadi sabun cuci piring. Tujuan Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini sebagai bentuk implementasi langsung mata kuliah promosi kesehatan dan kewirausahaan. Tim Pengabdian Masyarakat Prodi D-III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Semarang Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi yang terdiri dari dosen yang terdiri Agustina Dwi Prastanti, S.ST., M.Si., Rini Indrati, S.Si., M.Kes., dan M.Irwan Katili, S.Pd., M.Kes. Sedangkan mahasiswa yang terlibat adalah Abid Kurniawan Priambodo, Aditya Rafi Arkana, Affia Aqil Kelana, Dianing Larasaty, dan Diska Laila Astiningrum yang merupakan mahasiswa semester V Prodi D-III TRR Semarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan didahului dengan pembukaan secara resmi oleh Ketua Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi diwakili Sekretaris Jurusan dan Kepala Kelurahan Sambiroto. Materi tentang bahaya limbah berupa minyak jelantah disampaikan Dosen Prodi D-III TRR Semarang dilanjutkan materi cara pembuatan minyak jelantah oleh Narasumber\u00a0 yang bergerak dibidang pemanfaatan limbah jelantah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Antusias warga terlihat begitu tinggi dengan jumlah peserta yang hadir yaitu sejumlah 30 peserta yang berasal dari berbagai RT dan \u00a0RW di Kelurahan Sambiroto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada Pengabdian Masyarakat ini, masyarakat diberi pengetahuan akan penggunaan minyak goreng secara berulang dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Sehingga diharapkan masyarakat dapat mengelola limbah minyak jelantah dengan cara menjadikan sabun cuci piring yang dapat memiliki nilai jual. Kegiatan dilanjutkan dengan praktek langsung pembuatan sabun cuci piring dari minyak jelantah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan berjalan lancar, diikuti dengan antusias peserta yang besar dan sangat menambah wawasan bagi peserta karena bahan-bahan yang digunakan jarang diketahui oleh masyarakat sekitar. Sehingga dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat mengetahui langkah-langkah dalam pembuatan sabun cuci piring dari minyak jelantah. Selain itu para peserta juga diberi souvenir cantik berupa sabun sehingga sudah dapat digunakan secara langsung dan dapat membawa pulang hasil karya yang telah dibuat oleh masing -masing peserta yang dikemas melalui cetakan yang bagus.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA MINYAK JELANTAH MENJADI SABUN CUCI PIRING DALAM RANGKA MENINGKATKAN TARAF KESEHATAN DAN ALTERNATIF INCOME BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK COVID-19<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5190,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"footnotes":""},"categories":[19,12],"tags":[],"class_list":["post-5182","post","type-post","status-publish","format-gallery","has-post-thumbnail","hentry","category-pengabmas","category-diii-trr-semarang","post_format-post-format-gallery"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/8.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5182"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5182\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5196,"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5182\/revisions\/5196"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5190"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}