Pelatihan Evaluator CT dan MRI bagi Calon Lulusan Sarjana Terapan Teknologi Radiologi Pencitraan untuk mencapai Sasaran Mutu Tahun 2026
Guna membekali calon lulusan tahun 2026 dengan sertifikasi keahlian, sebanyak 167 calon lulusan Prodi Radiologi Pencitraan Program Sarjana Terapan mengikuti Pelatihan Evaluator CT dan MRI. Pelatihan ini bekerjasama dengan Siemens Healthineers, salah perusahaan peralatan medis internasional yang berpusat di Jerman, serta Unit Pengembangan Kompetensi (UPK) Poltekkes Kemenkes Semarang.
Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode blended learning. Pembelajaran mandiri menggunakan platform PEP Connect dari Siemens dan Plataran Sehat Kemenkes dimulai sejak 15 Juli 2026, sehingga peserta dapat membaca materi dan mengerjakan kuis secara online. Pembelajaran luring dilaksanakan pada tanggal 17-18 Juli 2026 di Poltekkes Kemenkes Semarang, dengan metode Classical Lecture Session dan Hands-on di CBT Centre.




Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur III, Dwi Rochmayanti, S.ST, M.Eng dengan dihadiri oleh Ketua Jurusan Teknik Radidiagnostik dan Radioterapi, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan, Kepala Unit Pengembangan Kompetensi, beserta segenap pengelola, dosen dan tenaga pendidikan di lingkungan Poltekkes Kemenkes Semarang. Turut hadir dan memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan, Mr. Jesin Subramaniam, Customer Service Head Siemens Healthineers Indonesia.
Narasumber level internasional dihadirkan pada pelatihan tersebut, yaitu dua orang Applicant Specialist dari Siemens Healthineers: Dony Roinaldi, S.Tr.Kes dengan spesialisasi CT-Scan dan Mochammad Ilhamsyah Putrawijaya, S.Tr.Kes yang merupakan pakar MRI. Materi dan kualitas pembicara menarik para dosen untuk turut serta menjadi peserta pelatihan ini, tercatat setidaknya 25 dosen ikut bergabung untuk memperoleh update teknologi imaging.
Pelatihan Evaluator CT dan MRI ini juga sebagai realisasi sasaran mutu Program Studi Teknologi Radiologi Pencitraan (TRP) Program Sarjana Terapan, Poltekkes Kemenkes Semarang, lulusan dibekali dengan sertifikat keahlian. Hasil pelatihan ini menunjukkan tren yang positif, ditujukkan dengan tingkat kelulusan 100%. Peserta memberikan penilaian “sangat baik” pada narasumber (66,58%) dan pelaksanaan kegiatan “50,15%.” Peserta menyatakan bahwa walaupun padat, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah ilmu dan keterampilan yang sangat sesuai dengan kebutuhan kerja saat ini.





















